Dalam kunjungannya, perusahaan minyak dan gas (migas) asal Amerika Serikat tersebut juga dikabarkan membicarakan kelanjutan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Selat Makassar yang diprediksi menelan investasi hingga US$10 miliar.
"Sekarang dalam proses pengajuan revisi plan of development (PoD) dan sekarang masih proses oleh pemerintah. Kami harapkan bisa disetujui oleh pemerintah nantinya karena ini proyek yang sangat strategis untuk Indonesia yang ada di Selat Makassar untuk produksi gas di masa yang akan datang," ujar Sr Vice President Chevron Yanto Sianipar seperti dikutip dari Antara, Senin (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun dalam pertemuan tadi jajaran Chevron juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proyek migas area 13 dan 14 di daerah Riau.
Menurut Yanto, dalam pertemuan tersebut Wapres Jusuf Kalla dikatakan menghargai apa yang sudah menjadi komitmen Chevron untuk berinvestasi setelah 90 tahun lebih di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Chevron juga memperkenalkan Presiden Asia Pasifik Exploration and Production Company Chevron Stephen Green yang akan menduduki jabatan tersebut pada 1 Mei 2016.