Padahal, studi yang dilakukan HSBC melansir, kepemilikan rumah menjadi salah satu wujud penanda kemapanan. Sementara, banyak orang merasa memiliki banyak kebutuhan yang ingin dipenuhi dan belum memadainya pengetahuan perencanaan keuangan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui program ini, HSBC mengundang kelompok orang kaya ini untuk mengadopsi budaya disiplin dalam menabung dan kemampuan membuat keputusan finansial berdasarkan skala prioritas terpenting.
Pasalnya, menurut survei yang dilakukan HSBC terhadap responden, 60 persen di Jakarta dan 40 persen dari SUrabaya, segmen emerging affluent masih merasa berat dengan ketentuan uang muka sebesar 20 persen untuk membeli rumah.
Selain kepemilikan rumah, aspirasi lain dari kalangan emerging affluent adalah memulai bisnis sendiri atau berwirausaha, serta memberikan pendidikan terbaik bagi sang buah hati.
Untuk mewujudkan impian tersebut, HSBC Advance juga menyiapkan solusi bertajuk HSBC Advance Business Start Up Plan dan HSBC Advance Children Education. Serupa dengan HSBC Advance Home Ownership Plan, masyarakat yang ingin memulai bisnis dan merencanakan pendidikan bagi anak mereka dapat menabung mulai dari Rp3,5 juta per bulan.
"Dengan Home Advance bisnis start up, nasabah mendapatkan jumpt start loan hingga Rp250 juta, serta tambahan dukungan dana siap pakai hingga 90 persen dari deposito. Sedangkan Home Advance Children Education nasabah mendapatkan pengembangan dana optimal dan dana pinjaman hingga Rp250 juta," pungkas Vira. (bir/gen)