Head of Retail Banking and Wealth Management HSBC Indonesia Blake Hellam mengatakan perseroan akan tetap mempekerjakan pegawai Bank Ekonomi yang ada di beberapa daerah, hal ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan HSBC di Indonesia.
"Jadi kami mempunyai komitmen ke regulator bahwa semua orang yang bekerja di perusahaan yang baru terbentuk ini mempunyai kesempatan yang sama. Jadi target bisnis bank hasil integrasi adalah untuk mengembangkan bisnis yang ada," ujar Blake di Jakarta, Kamis (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kedepannya akan banyak pekerjaan lintas departemen yang dilakukan misalnya adalah integrasi IT dan kami juga harus melengkapi perkembangan terakhir ke OJK selain itu kami juga melakukan pertemuan rutin dengan regulator terkait dengan integrasi ini," katanya.
"Jadi kami yakin tiga bisnis tersebut akan terus berkembang. Karena kami menargetkan tidak hanya bagus secara global namun juga harus bagus secara lokal di masing-masing negara. Selain itu saya juga yakin dengan pertumbuhan ritel wealth management. Hal ini karena bisnis wealth management setahun terakhir tercatat naik cukup bagus," katanya.
Selain itu setelah integrasi HSBC Indonesia yakin akan mempunyai pangsa pasar yang cukup besar karena tambahan nasabah dari Bank Ekonomi. Untuk melayani nasabah-nasabah tersebut, Blake menargetkan bisa menambah kantor cabang dari yang ada saat ini 40 unit menjadi 100 unit.
"Jadi setelah integrasi kami yakin 4 juta orang yang menjadi pasar kami di beebrapa kota Jakarta, Surabaya, Medan. Dan sebelumnya 6 kota menuju 30 kota kami yakin tambahah tersebut akan mendapatkan tambahan pasar. Jadi kami yakin 10 - 14 tahun lagi bisnis ritel dan wealth management akan bagus," katanya. (gen)