Dalam pertemuan tersebut Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan studi kelayakan terhadap ladang-ladang minyak Rusia tersebut dan menemukan kesimpulan bahwa ladang tersebut layak digunakan.
Jokowi dalam pertemuan itu menekankan agar kesepakatan pembangunan kilang di Tuban tersebut untuk segera diselesaikan. Dengan begitu nota kesepahaman dapat ditandatangani pekan depan.
"Mereka beri janji kepada Presiden akan bekerja sekeras mungkin untuk bisa mencapai target yang diharapkan," ujar Rini.
Selain membangun kilang, Indonesia menurut Rini juga menjajaki kemungkinan Rosneft mau bekerja sama dalam pembangunan tempat penyimpanan cadangan minyak di Indonesia.
"Mereka (Rosneft) mau memberikan komitmen itu, bahkan mereka ingin menjadikan Tuban sebagai kota penghubung perdagangan minyak," ujarnya.
Sementara itu Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, dalam kerja sama dengan Rosneft nantinya, Pertamina akan memiliki peran yang lebih besar.
Senada dengan apa yang dikatakan Dirut Pertamina, Rini Soemarno juga menerangkan bahwa bentuk kerja sama antara keduanya akan berupa joint venture.
Di negaranya, Rosneft dikenal sebagai perusahaan multinasional terbesar yang dimiliki oleh pemerintah Rusia dan menghasilkan berbagai macam produk perminyakan. (sur)