Julian Noor, Direktur Eksekutif AAUI mengatakan, potensi bisnis sektor ini tercermin dari meningkatnya pertumbuhan premi asuransi di lini bisnis maritim, seperti asuransi kerangka kapal (marine hull) dan asuransi pengangkutan (cargo), permesinan (engineering), asuransi kredit, termasuk penjaminan (suretyship) pada kuartal I 2016.
Menurut data AAUI, pertumbuhan premi sektor produktif ini memang lebih tinggi 15 persen pada kuartal I 2016 dibandingkan dengan asuransi untuk lini bisnis konsumtif, seperti asuransi properti, dan asuransi kendaraan bermotor yang masing-masing hanya bertumbuh 2,1 persen, dan 0,8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketimbang asuransi tambang dan migas, menurut Julian, asuransi kendaraan bermotor justru lebih berpeluang untuk mencatatkan kinerja lumayan baik. Hal ini didasari oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi pemerintah yang diperkirakan akan meningkat di kuartal II hingga IV akibat efek domino dari beberapa stimulus yang dikucurkan oleh pemerintah.
"Kami berharap, dengan dana desa yang menyebar sekarang dan gaji PNS ditambah jadi 14 kali dan pertumbuhan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan memberikan pengaruh positif pada properti dan kendaraan bermotor, termasuk asuransi kredit," tutur Julian. (bir/gen)