"Penurunannya sekitar 0,25-0,5 persen kira-kira dalam dua atau tiga bulan lagi sudah bisa turun," kata Maryono di Gedung Bank Indonesia, Senin (30/5).
Maryono mengungkapkan saat ini perseroan tengah fokus menggenjot penyaluran kredit khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di kuartal II.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BTN sendiri memproyeksikan permintaan kredit khusus untuk masyarakat menengah ke bawah, potensinya masih cukup tinggi sepanjang tahun ini. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan kredit pada kuartal I 2016 yang didorong oleh permintaan masyarakat terhadap rumah.
Menurut Maryono, dengan permintaan rumah yang tinggi, maka industri properti akan berpeluang untuk meningkat dan ini membawa dampak turunan (multiplier effect) bagi sektor-sektor industri lain yang akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu peran pengembang juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. (gen)