Santoso, Head of Consumer Card BCA mengungkapkan, manajemen telah melakukan koordinasi dengan staf Ditjen Pajak Kemenkeu untuk menyusun rincian data yang diminta, dan format yang sesuai. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi tenggat waktu terakhir pelaporan data pemilik dan transaksi kartu kredit.
"Saat ini, kami masih tek tok (bolak balik) laporannya. Tetapi, karena format dan teknis saja. Prinsipnya, kami sudah menyerahkan data dan informasi sesuai billing statement (pernyataan transaksi) dan data tambahan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Merchant Identity," tutur Santoso kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga April 2016, jumlah kartu kredit beredar emiten dengan kode BBCA ini tercatat sebanyak 2,82 juta. Jumlah ini tumbuh 7 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Dari sisi sales volume issuing and acquiring, BCA membukukan total transaksi Rp43 triliun dengan outstanding Rp9,6 triliun.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rata-rata volume transaksi kartu kredit dari 23 bank dan lembaga penerbit kartu kredit sebanyak 23,67 juta transaksi pada April 2016 atau tumbuh tipis 4 persen ketimbang rata-rata volume transaksi periode yang sama tahun lalu, yakni 22,76 juta transaksi.
Adapun, jumlah nilai transaksi industri kartu kredit mencapai Rp22,14 triliun per April 2016. Realisasi ini tercatat turun 3,55 persen jika dibandingkan nilai transaksi April 2015 yang sebesar Rp22,96 triliun. (bir/gen)