Jelang Puasa, Peritel Mulai Rajin Tambah Stok Barang

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Selasa, 31/05/2016 14:29 WIB
Gula pasir, terigu, telur, bumbu masak, minyak goreng, sirop, dan bahan memasak lainnya merupakan barang yang meningkat penjualannya sepanjang Ramadan. Gula pasir, terigu, telur, bumbu masak, minyak goreng, sirop, dan bahan memasak lainnya merupakan barang yang meningkat penjualannya sepanjang Ramadan. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan-perusahaan ritel mulai sibuk menambah stok barang yang dijual di setiap jaringan toko miliknya. Penambahan stok diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan pembelian beberapa jenis barang tertentu yang biasanya meningkat di bulan Ramadan.

"Stok barang menjelang bulan puasa ditambah sekitar 15-20 persen dari hari biasanya. Terutama gula pasir, terigu, telur, bumbu, minyak goreng, sirop, dan bahan memasak lainnya,” kata Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat Hendri Hendarta dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (31/5).

Khusus untuk minuman sirop, ia menyebut penjualannya bisa naik 20 hingga 30 persen dari realisasi penjualan di hari biasa. Hendri juga menyebut, peritel juga kini mulai menjual beberapa jenis makanan yang secara musiman selalu muncul di bulan puasa seperti kurma.


Secara keseluruhan, Aprindo Jawa Barat memperkirakan pada bulan puasa dan lebaran tahun ini para peritel di Provinsi tersebut bakal menikmati lonjakan penjualan sebesar 12-14 persen seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Penukaran Uang

Sementara, Bank Indonesia (BI) kantor perwakilan Purwokerto, Jawa Tengah mengaku telah menyiapkan uang pecahan kecil sebanyak Rp3,5 triliun untuk mengantisipasi lonjakan permintaan penukaran uang pecahan menjelang Lebaran 2016.

"Jumlah tersebut meningkat sekitar 13 persen dari menjelang lebaran tahun lalu sebesar Rp2,8 triliun. Kami juga menyiapkan cadangan sebesar Rp1,2 triliun jika permintaan penukaran uang pecahan kecil dari masyarakat itu melampaui jumlah yang diproyeksikan Rp3,5 triliun," kata Kepala KPW BI Purwokerto Ramdan Denny Prakoso.

Ramdan menyebut bank sentral telah bermitra dengan sembilan bank umum untuk menyelenggarakan penukaran uang pecahan kecil yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank Jateng, CIMB Niaga, Bank Panin, Bank Mega, dan Bank Muamalat.

BI telah meminta sembilan bank tersebut untuk melayani penukaran uang pecahan kecil mulai 20-30 Juni 2016 setiap hari Senin hingga Kamis.

Penukaran uang dilayani menggunakan sistem nomor antrean yang dapat diperoleh dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB, dan setiap harinya disediakan 500 nomor antrean.

"Penukaran uang yang dilakukan setiap individu dibatasi maksimal sebesar Rp8 juta per hari," katanya.