Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri mengatakan, perusahaan telah melaporkan data tersebut sebelum batas pelaporan berakhir hari ini, Selasa (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, jumlah transaksinya mencapai 9,688 juta transaksi atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Hal ini dikarenakan pelemahan daya beli masyarakat, seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Antara lain, nomor rekening kartu kredit, nomor pokok wajib pajak (NPWP), nama pemilik kartu, alamat pemilik kartu, rincian transaksi, sisa pagu kredit termasuk pagu kredit yang diberikan.
"Kami pasti menuruti peraturan tersebut apapun bentuknya," tegas Baiquni.
Kendati mengklaim mendukung, Baiquni menunjuk, penurunan transaksi karena kekhawatiran nasabah datanya diintip oleh Ditjen Pajak. Di samping alasan lain, yakni nasabah mulai beralih menggunakan kartu debit.
Pun demikian, diharapkan, sejumlah momentum, seperti Ramadan, perayaan Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru nantinya akan memulihkan selera nasabah menggesek kartu plastik.
Saat ini, BNI tercatat telah mengedarkan 1,68 juta keping kartu kredit. Pada kuartal I 2016, nilai transaksi kartu kredit BNI mencapai Rp8,06 triliun atau tumbuh tipis 3,38 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.