Dengan demikian, target penerbitan surat berharga negara (SBN) naik 17,7 persen menjadi Rp384,98 triliun dari rencana awal sebesar Rp327,2 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pre-funding merupakan strategi pemerintah menarik pembiayaan di penghujung tahun guna memenuhi kebutuhan anggaran di awal tahun berikutnya.
Sementara di pasar domestik, pemerintah dua kali menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah pada Desember tahun lalu, dengan pembiayaan yang ditarik masing-masing sebesar Rp1 triliun dan Rp14 triliun.
"Dengan demikian, total nominal SBN yang diterbitkan untuk kebutuhan pre-funding adalah sebesar Rp63.643,0 miliar," jelas pemerintah.
Secara kumulatif, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah menarik pembiayaan sebesar Rp203,3 triliun hingga April 2016. Angka tersebut sama dengan 74,4 persen dari target pembiayaan di APBN 2016 yang diaptok Rp273,2 triliun. (ags)