Kemenhub Fokus Tambah Armada Mudik Lebaran Tahun Ini

CNN Indonesia | Selasa, 07/06/2016 07:37 WIB
Kemenhub akan fokus pada penambahan jumlah sarana transportasi dan pemeriksaan armada transportasi yang digunakan selama arus mudik dan balik. Kemenhub akan fokus pada penambahan jumlah sarana transportasi dan pemeriksaan armada transportasi yang digunakan selama arus mudik dan balik. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan dua fokus agar momentum mudik lebaran tahun ini bisa berjalan lebih lancar dan aman dibandingkan tahun lalu.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan, persiapan transportasi untuk mudik 2016 tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, Kemenhub akan fokus pada penambahan jumlah sarana transportasi dan pemeriksaan armada transportasi.

Menurutnya, jumlah sarana transportasi tahun ini ditambah sebesar 3 persen sampai 5 persen. Transportasi tersebut terdiri dari kereta penumpang, pesawat, bus, dan kapal laut. Hal ini dilakukan karena Kemenhub menilai jumlah pemudik terus naik setiap tahunnya.


"Karena memang perkiraannya penumpang transportasi umum, baik darat, laut, udara, maupun kereta api itu kira-kira setahun naik sampai 5 persen," ujar Jonan, kemarin.

Kedua, Kemenhub sudah melakukan pemeriksaan kelaikan armada transportasi sejak pekan lalu. Menurutnya, ada sekitar 1.400 bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang harus diperiksa. Selain itu, jumlah kereta penumpang yang perlu diperiksa juga 1.400 unit.

"Lalu pesawat udara jumlahnya 500 lebih dan kapal laut untuk penumpang dan kapal penyebrangan totalnya 1.000 lebih. Itu semua harus diperiksa," jelasnya.

Ia menegaskan semua moda transportasi akan diperiksa kelaikannya secara detail. Maka dari itu, prosesnya sendiri sudah dimulai sejak pekan lalu. Transportasi yang dinilai tidak laik, tidak akan diizinkan untuk beroperasi.

Denda Pemudik

Selain memastikan ketersediaan armada, mulai tahun ini Jonan mengaku akan mengenakan denda kepada pemudik yang berhenti terlalu lama di tempat peristirahatan (rest area). Kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi penumpukan mobil di rest area akan dikoordinasikan bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Namun, untuk tarif denda yang akan dikenakan belum ditentukan sampai saat ini.

"Kami koordinasi dengan Polri, untuk denda nanti Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang menentukan,” katanya. (gen/gen)