IHSG Diprediksi Menguat Ditopang Rupiah

Dinda Audriene , CNN Indonesia | Kamis, 09/06/2016 08:11 WIB
IHSG Diprediksi Menguat Ditopang Rupiah IHSG memiliki peluang untuk meningkat seiring potensi penguatan nilai tukar rupiah yang akan menopang sentimen positif pasar. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk meningkat seiring potensi penguatan nilai tukar rupiah yang akan menopang sentimen positif pasar.

Analis PT First Asia Capital David Sutyanto memprediksi IHSG berada dalam rentang support 4.910 hingga resisten di level 4.945. Rendahnya risiko pasar saham global dan kenaikan harga panjang (rally) harga sejumlah komoditas tambang termasuk harga minyak mentah akan berimbas positif pada pergerakan harga saham sektoral yang berbasiskan komoditas.

Sementara, Wall Street tadi malam melanjutkan kenaikan. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,4 persen dan 0,3 persen. Pasar digerakkan dengan optimisme bank sentral AS yang akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter untuk menopang pertumbuhan ekonomi.


"Harga minyak mentah yang kembali naik dan tembus US$51 per barel, turut menopang penguatan Wall Street tadi malam," kata David dalam riset, dikutip Kamis (9/6).

Selanjutnya, bursa saham Asia bergerak bervariasi dipicu sentimen data perdagangan China pada Mei lalu. Data ekspor impor China pada Mei lalu mengindikasikan perekonomian negara tersebut bergerak stabil. Di mana perekonomian ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik.

Impor China pada Mei lalu dalam denominasi dolar AS hanya turun 0,4 persen secara tahunan (yoy) di bawah perkiraan turun 6,8 persen secara tahunan, dan bulan sebelumnya turun 10,9 persen secara tahunan direspon positif pelaku pasar. Hal ini mengindikasikan permintaan domestik negara tersebut mulai meningkat.

"Kemudian Ekspor China pada Mei lalu turun 4,1 persen tidak jauh dari perkiraan turun 4 persen," paparnya.

Adapun, IHSG ditutup melemah kemarin ke level 4.916. Pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan domestik.

Seperti diketahui, Bank Dunia kemarin merevisi turun outlook pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 2,4 persen dari proyeksi sebelumnya 2,9 persen. Sedangkan pemerintah dan DPR dalam revisi APBN 2016 menyepakati penurunan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini menjadi 5,2 persen dari target sebelumnya 5,3 persen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG akan berada dalam rentang support 4.877 dan resisten 4.980. Menurutnya, saat ini support level 4.877 terlihat cukup kuat jika memang harus diuji, kemudian pola naik jangka pendek telah terbentuk.

Potensi IHSG untuk dapat melampaui level resisten 4.980 juga terlihat cukup besar karena ditunjang oleh arus modal asing (capital inflow) yang masih terlihat akan berlanjut, serta prediksi tertekannya dollar AS indeks. Di mana hal tersebut menjadikan rupiah terapresiasi.

"Saat koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor sebagai momentum untuk melakukan akumulasi beli," terang William dalam riset. (gir)