Direktur Utama Indo Premier Investment Management, Diah Sofiyanti mengatakan, dari total dana kelolaan investasi tersebut, sebesar Rp2 triliun diinvestasikan dalam produk Reksa Dana Exchange Traded Fund (ETF).
Sementara, setengahnya lagi diinvestasikan dalam bentuk konvensional seperti reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana terproteksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Indo Premier tengah memasarkan produk reksa dana ETF sebagai produk andalan. Diah menyatakan, reksa dana ETF sebagai produk yang unik karena sifatnya yang fleksibel.
Hal tersebut tentunya berbeda dengan reksa dana konvensional yang tidak bisa mencabut investasinya pada hari yang sama dengan hari pendaftaran. Kemudian, dana reksa dana tersebut baru bisa ditebus tiga sampai empat hari kemudian.
"Jadi fleksibilitasnya agak terbatas, kalau reksa dana ETF investor bisa bertransaksi seperti saham," jelasnya.
Indo Premier menargetkan terdapat penambahan 15 investor institusi yang menginvestasikan dananya dalam produk reksa dana ETF pada tahun ini. (gir)