Direktur Keuangan dan Direktorat Strategi BSM, Agus Dwi Handaya mengatakan, manajemen akan melakukan beragam upaya konsolidasi hingga meningkatkan kapasitas pembiayaan guna menurunkan target rasio NPF tahun ini sampai level 5,45 persen.
Penerbitan sukuk berbasis proyek pada semester II nanti diharapkan mampu mendongkrak kapasitas BSM dalam menyalurkan pembiayaan. Dengan demikian diharapkan kecepatan kucuran pembiayaan BSM lebih kencang dibandingkan dengan pertumbuhan angka pembiayaan yang bermasalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui tahun ini perseroan masih harus menghadapi tantangan dan risiko eksternal yang berpotensi memperlambat ekspansi dan pertumbuhan bisnisnya.
Sebagai informasi rasio NPF di sektor mikro sepanjang kuartal I lalu mencapai 3,4 persen atau di bawah batas yang ditetapkan OJK.
"Di sektor mikro ini kami akan jaga existing portfolio. Terus terang kami masih bergumul di segmen bisnis banking dan komersial khususnya di sektor minyak dan gas," katanya. (gen)