"Dengan cara apapun harus bisa diselesaikan. Kalau biasa kerja satu shift, mari kerja tiga shift dikerjakan siang malam," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (15/6).
Percepatan proyek ini diperlukan guna mengembangkan industri, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama generasi muda Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang secara logika tidak masuk. Tapi ini bukan target, melainkan kebutuhan," ucap mantan Wali Kota Solo ini.
Untuk dapat mempercepat proses pengerjaannya, Jokowi kembali menekankan pentingnya birokrasi memangkas perizinan investasi. Dia sebelumnya sudah menghapus sebagian besar perizinan pembangkit listrik dari 59 menjadi 22 izin.
Menanggapi itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan instansinya terus berupaya merampingkan regulasi perizinan setingkat Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Pemerintah (PP).
"Insya Allah akhir tahun ini dari 69 bisa dipangkas menjadi 20-an izin di ESDM," kata Sudirman.