“Dana sebesar itu hanya mencakup proyek-proyek PLN saja dan belum memperhitungkan dana investasi untuk proyek yang dilaksanakan oleh swasta atau independent power producer (IPP),” ujar Sudirman dalam beleid tersebut, Kamis (16/6).
Jika menghitung waktu efektif pelaksanaan proyek tersebut selama 9 tahun, sehingga PLN membutuhkan dana rata-rata US$8,4 miliar atau Rp112,15 triliun per tahun untuk membangun seluruh pembangkit yang menjadi tanggung jawabnya sampai 2025 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Tahun 2016 kebutuhan investasi US$11,11 miliar
- Tahun 2018 kebutuhan investasi US$11,44 miliar
- Tahun 2019 kebutuhan investasi US$6,65 miliar
- Tahun 2020 kebutuhan investasi US$4,64 miliar
- Tahun 2022 kebutuhan investasi US$6,15 miliar
- Tahun 2023 kebutuhan investasi US$6,92 miliar
- Tahun 2024 kebutuhan investasi US$6,75 miliar
- Tahun 2023 kebutuhan investasi US$4,98 miliar
“Melihat kebutuhan dana yang sangat besar tersebut, maka disadari adanya tantangan yang sangat berat dalam menyediakan dana tersebut,” kata Sudirman.