Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, sepanjang masa mudik tahun lalu, bus yang tak memenuhi pakem keselamatan kerap lolos dari pengawasan Korlantas Polri, bahkan seringkali tidak ditindak dengan penilangan. Apalagi, jumlah bus AKAP yang melayani angkutan lebaran tahun ini diperkirakan akan meningkat 3,58 persen dibanding tahun lalu.
"Untuk masalah keselamatan, kami optimalkan dinas di tingkat kota hingga provinsi. Saya meminta Korlantas Polri tilang saja bus-bus kalau standar keselamatan tidak dipenuhi," ujar Jonan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (20/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan itu telah kami inspeksi sejak tanggal 6 Juni 2016 lalu dan kami harap itu item-item itu bisa dipenuhi segera," jelas Jonan.
"Bukan hanya bus, namun kami juga akan inspeksi 48 terminal, di mana sebagiannya baru kami periksa. Kalau misalkan standar terminal seperti stasiun kota, maka kami khawatirkan banyak terminal bus AKAP yang jadwalnya tidak beraturan," terangnya.
Sebagai informasi, angkutan lebaran dengan moda bus akan dikonsentrasikan di 14 provinsi di seluruh Indonesia dengan total armada bus sebanyak 46.478 bus. Angka ini lebih besar 1.607 unit bus dibandingkan tahun sebelumnya 44.871 bus. (gen)