AAJI mencatat industri asuransi jiwa meraup pendapatan premi sebesar Rp48,94 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini, meningkat 9,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp44,80 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya target setiap tahun industri asuransi dari sisi premi bertumbuh 10-30 persen, semoga tahun ini bisa bertumbuh di angka 20 persen bisa dicapai," ujarnya.
Hendrisman menuturkan, pertumbuhan premi kuartal I tahun ini juga disertai dengan penurunan jumlah klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh industri asuransi jiwa. Tercatat total klaim dan manfaat yang dibayarkan turun 4,8 persen dari Rp22,64 triliun menjadi Rp21,55 triliun.
Dia merinci, klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) mengalami penurunan 48,3 persen menjadi Rp3,31 triliun pada kuartal I dari Rp6,41 triliun di kuartal I tahun lalu.
Berdasarkan jenis klaim, terjadi peningkatan sebesar 47,6 persen klaim kesehatan (medical), dari Rp1,86 triliun menjadi Rp2,74 triliun. Peningkatan juga terjadi pada klaim maturitas sebesar 38,8 persen menjadi Rp2,15 triliun, klaim meninggal dunia naik 17,2 persen menjadi Rp2 triliun, serta klaim polis yang ditebus naik 3,8 persen menjadi Rp10,74 triliun.
Rinaldi Mudahar, Ketua Bidang Kanal Distribusi AAJI mengatakan, penurunan klaim penarikan sebagian yang signifikan menunjukan kesadaran nasabah untuk menjaga nilai tunai polisnya.
"Walaupun klaim polis yang ditebus meningkat dibanding kuartal I tahun lalu namun kami melihat tren penurunan secara berkelanjutan sepanjang tahun lalu. Hal ini juga menjadi indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mempertahankan polisnya demi tujuan jangka panjang," jelasnya. (ags/gen)