“Penyebab rendahnya inflasi mungkin kombinasi dari memang penurunan daya beli tetapi juga pengendalian inflasi dari pemerintah sudah jauh lebih baik,” tutur Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara usai menghadiri Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan dan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Selasa (28/6) dini hari.
Sebelumnya, berdasarkan survei minggu ketiga, BI memperkirakan inflasi Juni di kisaran 0,56 persen, turun dari proyeksi minggu sebelumnya 0,61 persen. Namun, meningkat tipis dari realisasi periode yang sama tahun lalu 0,54 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinasi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah juga telah memiliki wadah berupa Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi baik di pusat maupun daerah.
Kendati demikian, BI mewaspadai pemicu inflasi yang masih berasal dari bahan pangan (volatile food) terutama daging ayam dan telur ayam.
Kementerian Perdagangan mencatat, rata-rata harga daging ayam nasional ada di level Rp31.980 per kilogram (kg) dan telur ayam ada di level Rp23.810 per kg.
Dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2016, pemerintah dan DPR menyepakati revisi sejumlah asumsi makro ekonomi. Salah satunya adalah inflasi, yang ditetapkan sebesar 4 persen atau turun dari asumsi sebelumnya 4,7 persen. (ags/gen)