Peretas Serang Situs BI dan Bank Sentral Korsel

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Selasa, 21/06/2016 18:21 WIB
Peretas Serang Situs BI dan Bank Sentral Korsel Ilustrasi hacker. (REUTERS/Kacper Pempel).
Jakarta, CNN Indonesia -- Peretas menyerang situs resmi bank sentral Indonesia (BI) dan Korea Selatan (Bank of Korea). Serangan peretas ini sebelumnya sudah digembar-gemborkan sejak bulan lalu.

Seperti dilansir dari Reuters, pejabat senior bank sentral kedua negara mengaku, hacker telah mengancam menyerang situs publik seluruh bank sentral di dunia.

Ronald Waas, Deputi Gubernur BI menuturkan, dalam upaya menangani aksi jahil hacker, BI telah memblokir 149 daerah yang biasanya tidak mengakses situs milik BI. "Termasuk beberapa negara kecil di Afrika," ucap Ronald, Selasa (21/6).


Menurut dia, beberapa bank sentral yang terkena serangan tersebut telah berbagi Internet Protocol Address/IP Address (identitas numerik yang menjadi alamat pada komputer di dalam jaringan) pelaku.

Bank-bank sentral di dunia sudah bersiaga tinggi dari serangan peretas. Februari lalu, bank sentral Bangladesh berhasil menggagalkan upaya pencurian US$81 juta yang dilakukan peretas lewat aksi pura-pura transfer uang.

Kedua pejabat senior masing-masing bank sentral menegaskan, tidak ada uang yang hilang dalam serangan ke situs publik bank sentral mereka.

"Serangan cyber tidak berhasil, karena kerja sama yang dilakukan oleh sesama bank sentral di dunia. Ada kerja sama regional antar bank sentral. Mereka yang pernah terpukul hacker telah berbagi pengalaman cara menahan serangan," imbuh Ronald.

Ancaman serangan hacker ke seluruh situs publik bank-bank sentral di dunia santer terdengar sejak awal Mei. Peretas bahkan berkampanye lewat Youtube dalam melancarkan aksi nakalnya tersebut.

"Pada bulan Mei, kami menghadapi begitu banyak gangguan. Mereka mencoba untuk menyerang reputasi bank. Jadi, kami memblokir alamat IP dari negara-negara yang tidak biasanya mengakses situs kami," ujar Benny Sadwiko, pimpinan yang mengamankan cyber BI.

Senin (20/6) kemarin, BI mendeteksi ada 273 virus dan 67.000 surat elektronik yang masuk ke spam dan situs resmi BI. (bir/gen)