Berdasarkan data perdagangan, hingga pukul 10.00 WIB harga saham Medco Energi bertengger di angka Rp1.785 per lembar, naik 19 persen dari level Rp1.500 pada penutupan perdagangan kemarin. Adapun, sepanjang perdagangan, saham Medco Energi sempat melonjak 23,66 persen ke level Rp1.855 per lembar.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan, lonjakan harga saham Medco Energi tersebut disebabkan sentimen rencana akuisisi Newmont Nusa Tenggara. Hal tersebut, lanjutnya, mengkonfirmasi kabar akuisisi yang sebelumnya sempat beredar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satrio menambahkan, pada kelanjutannya, pelaku pasar juga akan melihat kejelasan dari rencana akuisisi tersebut. Ia berpendapat, akuisisi ini termasuk unik dan perlu ditelaah lebih dalam dan komprehensif.
Di sisi lain, Satrio menilai skema akuisisi yang disebut terbesar di Asia Tenggara pada 2016 ini memiliki beberapa hal yang patut dipertanyakan transparansinya. Salah satunya adalah dari sisi pembiayaan oleh tiga bank pelat merah.
“Saya sempat baca kalau harganya itu lebih mahal US$500 juta dari waktu pembelian pertama. Pertanyaannya adalah, bank BUMN kok mau ya?” katanya.
Dalam manuver ini, Medco Energi Group dan AP Investment bekerja sama mengakuisisi saham di Amman Mineral dengan dukungan dari tiga bank BUMN, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Sekadar informasi, AP Investment dipimpin oleh Agus Projosasmito, investment banker dan mantan Presiden Direktur Danareksa Securities. Agus banyak dikenal karena memimpin transaksi-transaksi penting di Indonesia. Di antaranya adalah pendirian Star Energy dengan akuisisi operasi lepas pantai Conoco Phillips di Natuna pada 2002 dan akuisisi Wayang Windu dari Credit Suisse dan Deutsche Bank pada 2004.