Pemerintah Uji Coba Subsidi Elpiji Tertutup dengan E-Money
Galih Gumelar | CNN Indonesia
Rabu, 13 Jul 2016 00:23 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal melakukan distribusi tertutup Liquified Petroleum Gas (elpiji) bersubsidi di Tarakan, Kalimantan Utara tidak lama lagi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, distribusi tertutup paling lambat akan dilakukan awal bulan depan dengan menggandeng perbankan agar penyaluran elpiji tepat sasaran.
Ia mengungkapkan, nantinya bank mitra akan menerbitkan kartu uang elektronik (e-money) khusus yang akan disalurkan ke penerima subsidi. Kartu tersebut menjadi sarana pembayaran resmi yang bisa digunakan langsung untuk membeli elpiji bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram (kg).
"Nanti masyarakat Tarakan punya satu nomor khusus sebagai verifikasi, apakah itu dari kartu uang elektronik atau nomor ponsel. Nantinya, satu keluarga bisa dapat jatah tiga elpiji selama satu bulan," jelas Wiratmaja, Selasa (12/7).
Ia melanjutkan, sistem pembayaran e-money ini akan diintegrasikan dengan beberapa pangkalan elpiji di Tarakan. Jika masih ada masyarakat yang belum tahu cara menggunakan e-money tersebut, maka setiap pangkalan elpiji wajib memberikan jasa isi ulang (top-up) e-money.
"Kalau memang masyarakat bawa uang cash, maka nanti masyarakat tinggal bawa uangnya lalu di top-up di pangkalan. Di sana juga disediakan beserta mesin taping-nya," jelas Wiratmaja.
Bangka dan Jawa Tengah
Ia melanjutkan, Pemerintah akan melakukan ujicoba selama tiga bulan. Jika berhasil, Pemerintah berniat untuk melakukan percobaan di lokasi lainnya.
"Rencana setelah Tarakan itu di pulau Bangka. Tapi ini pun masih dibahas ya, sama salah satu kota di Jawa Tengah," terangnya.
Sebagai informasi, Pemerintah mengalokasikan 6,6 juta ton elpiji bersubsidi di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyesuaian (APBNP) 2016. Hingga Mei 2016, realisasi penyaluran elpiji bersubsidi mencapai 2,39 juta ton. (gen)
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, distribusi tertutup paling lambat akan dilakukan awal bulan depan dengan menggandeng perbankan agar penyaluran elpiji tepat sasaran.
Ia mengungkapkan, nantinya bank mitra akan menerbitkan kartu uang elektronik (e-money) khusus yang akan disalurkan ke penerima subsidi. Kartu tersebut menjadi sarana pembayaran resmi yang bisa digunakan langsung untuk membeli elpiji bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram (kg).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, sistem pembayaran e-money ini akan diintegrasikan dengan beberapa pangkalan elpiji di Tarakan. Jika masih ada masyarakat yang belum tahu cara menggunakan e-money tersebut, maka setiap pangkalan elpiji wajib memberikan jasa isi ulang (top-up) e-money.
Ia melanjutkan, Pemerintah akan melakukan ujicoba selama tiga bulan. Jika berhasil, Pemerintah berniat untuk melakukan percobaan di lokasi lainnya.
"Rencana setelah Tarakan itu di pulau Bangka. Tapi ini pun masih dibahas ya, sama salah satu kota di Jawa Tengah," terangnya.
Sebagai informasi, Pemerintah mengalokasikan 6,6 juta ton elpiji bersubsidi di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyesuaian (APBNP) 2016. Hingga Mei 2016, realisasi penyaluran elpiji bersubsidi mencapai 2,39 juta ton. (gen)