Gas Melon Langka di Bandung Selatan Menjelang Esok Puasa

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Minggu, 05/06/2016 18:00 WIB
Gas Melon Langka di Bandung Selatan Menjelang Esok Puasa Warga Ciparay, Kabupaten Bandung harus mencari elpiji 3 kg sampai ke Majalaya akibat tidak ada lagi agen atau toko yang memiliki stok elpiji tersebut. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Bandung Selatan kelimpungan mencari gas elpiji bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram (kg) akibat kosongnya pasokan di agen dan pengecer pada hari ini. Padahal, direncanakan esok hari bakal dimulai ibadah puasa Ramadan yang ditandai dengan kegiatan memasak makanan sahur di pagi hari.

"Maaf elpiji kosong, sudah dua hari ini tidak ada elpiji. Kosong pak," kata Murni (45) salah seorang pedagang di Ciparay, Kabupaten Bandung, Minggu (5/6) seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Aktivitas masyarakat berburu elpiji bahkan terlihat jelas di jalanan Ciparay, Kabupaten Bandung pada munggahan kali ini.


Sejumlah pengemudi motor membonceng tabung elpiji kosong di bagian belakang jok motor mereka karena belum mendapatkan agen atau pengecer yang masih punya stok elpiji.

"Di Ciparay sepertinya tidak ada yang menjual elpiji, semua kosong," kata Solihin, warga Baranangsiang.

Ia menuturkan, ia dan banyak tetangganya baru bisa mendapatkan elpiji tabung melon di kawasan Majalaya, setelah mencari ke sejumlah lokasi.

"Nyaris setiap ada warung saya berhenti dan bertanya gas itu, semuanya kosong. Akhirnya saya mendapatkan gas elpiji di Majalaya," katanya.

Solihin mengaku harus menebus satu tabung elpiji seharga Rp25 ribu per tabung. Harga itu hampir dua kali lipat dari harga eceran tetap (HET) di wilayah Bandung. (gen)