“Ternyata impor barang konsumsi ada juga bom, granat, torpedo, amunisi. Itu kan yang sekali pakai. Kemudian kita impor tank juga," tutur Kepala BPS Suryamin saat melaporkan Neraca Perdagangan Juni 2016 di kantor BPS, Jumat (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biarpun (teroris) belum ditangkap, tapi kan sudah dar der dor. Itu konsumtif juga kan,” ujarnya.
PAda bulan yang sama, nilai impor tank naik dari US$29,73 juta pada Mei menjadi US$ 46,53 juta. Namun secara volume, angkanya turun dari 1.120,44 ton menjadi 389,16 ton.
Untuk impor senjata militer lainnya, sepanjang semester I mencapai 848,96 ton atau senilai US$215,32 juta. Angka itu jauh meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar 26,95 ton atau senilai US$8,74 juta.
Kendati demikian, impor senjata militer lainnya turun pada Juni dibandingkan Mei, dari 93,65 ton atau senilai US$26,22 miliar menjadi 91,91 ton atau senilai US$16,32 juta.
Secara umum, impor barang konsumsi selama Januari-Juni mencapai US$6,16 miliar atau naik 13,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, US$5,42 miliar. Khusus bulan lalu, impor barang konsumsi mencapai US$1,14 miliar atau meningkat 14,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya, US$999,23 juta. (ags)