Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan laju IHSG melesat hingga saat ini menembus level 5.242 dengan catatan frekuensi perdagangan saham mengalahkan negara tetangga.
"Dampak positif tax amnesty sudah terasa di bursa efek. Market kencang sekali," ujar Tito, Rabu (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, kinerja pasar modal Indonesia mencatatkan frekuensi perdagangan saham tertinggi sebanyak 377 ribu kali transaksi per hari. Realisasi ini mengalahkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang hanya membukukan frekuensi perdagangan masing-masing 74 ribu dan 153 kali transaksi per hari.
Mengutip data BEI, kapitalisasi pasar pada perdagangan hari ini telah menembus Rp5.639 triliun. Dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di level Rp13.100, maka kapitalisasi pasar BEI telah mencapai US$430 miliar.
“Sebelumnya, rekor pencapaian kapitalisasi pasar tertinggi BEI terjadi pada 7 April 2015 dengan jumlah Rp5.565,92 triliun. Rekor baru ini menjadikan Indonesia pasar emerging market terbesar di Asia Tenggara,” katanya.
Dia menyebut Bursa Malaysia memiliki kapitalisasi pasar US$402 miliar, Thailand US$400 miliar, serta Filipina US$285 miliar.