“Sehingga kalau dibandingkan tahun lalu kami mengejar ada pertumbuhan produksi karena sampai akhir 2015, total produksi 2,3 juta ton," ungkap Direktur Wika Beton Hari Respati, Rabu (20/7).
Menurut Hari meskipun masih dalam tahap pembebasan lahan seluas 30 hektare (ha), ia mengatakan konstruksi pabrik beton bisa dilakukan dengan cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahan produksi beton dari pabrik baru, menurut Hari untuk memenuhi kebutuhan proyek yang banyak dikerjakan perusahaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Di mana Wika Beton banyak memenangkan tender untuk memasok beton untuk kebutuhan jembatan layang, dan proyek jalan tol.
Incar Proyek Baru
Selain itu, proyek incaran lainnya adalah proyek ruas jalan tol Sumatera, yakni Medan-Binjai dan Kualanamu-Tebing Tinggi. Sementara, ruas jalan tol yang diincar di Pulau Jawa berada di Jawa Tengahdan Jawa Timur. Semua proyek ini masih dalam tahap proses tender. Dengan berbagai proyek incaran tersebut, perusahaan yakin target kontrak sebesar Rp4,3 triliun dapat tercapai.
Secara terpisah, Direktur Utama Wika Beton Wilfred Immanuel Adisulung Singkali menyatakan, total pendapatan yang diraih hingga semester I 2016 sekitar Rp1,5 triliun. Sementara laba bersih perusahaan sekitar Rp116 miliar. Perusahaan optimis target hingga akhir tahun sebesar Rp300 miliar dapat tercapai.
"Kami masih tunggu omzet kontrak, kami memang harus tambah kapasitas makanya kami kejar pabrik di Subang," katanya. (gen)