Seperti dilansir Reuters, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen, level tertinggi sejak Oktober 2015 setelah laba perusahaan membantu mendorong indeks Dow Jones dan S&P 500 ke rekor tertinggi. Indeks tersebut telah naik 10 persen selama satu bulan terakhir.
"Investor optimistis pada prospek untuk ekuitas Asia dibandingkan dengan pasar negara maju, meskipun ketidakpastian geopolitik menjulang," kata ahli strategi pasar sebuah bank AS di Hong Kong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan nafsu untuk mengambil risiko (risk appetite) bagaimanapun terjadi setelah Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan keadaan darurat pada Rabu. Ia meluaskan tindakan keras terhadap ribuan anggota pasukan keamanan, peradilan, pelayanan sipil dan akademisi setelah kudeta yang gagal.
Dalam bursa Asia, pemimpin penguatan adalah indeks Nikkei 225 Jepang yang naik 1 persen, dibantu oleh dorongan dari mata uang yang lemah.
Di pasar mata uang, dolar mendapat dorongan setelah pengamat kebijakan bank sentral AS, Jon Hilsenrath melaporkan bahwa para pejabat AS mendapatkan kepercayaan diri untuk mengerek tingkat suku bunga pada awal September.
Dolar AS naik 0,2 persen menjadi 107,08 yen setelah naik setinggi 107,460 sebelumnya, level tertinggi sejak 7 Juni dan kembali ke tingkat sebelum pasar bergolak pasca Inggris keluar dari Uni Eropa.
Indeks dolar AS, yang membandingkan mata uang Negeri Paman Sam terhadap sekeranjang enam mata uang rival, mencapai puncak di angka 97,323 pada Rabu lalu, level tertinggi sejak Maret 10. (gir)