Tercatat, hingga semester I 2016, kepemilikan publik dalam saham Bank Jatim mencapai 20 persen dari portfolio saham. Sementara sisanya 80 persen dimiliki oleh Pemerintah Provinsi dan Daerah Jawa Timur.
Dari 20 persen saham yang dilepas ke publik, sebanyak 67,71 persen porsi kepemilikan dipegang oleh investor institusi asing. Sementara 32,29 persen lainnya dipegang oleh investor institusi domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rupanya saham Bank Jatim disenangi oleh investor asing. Mudah-mudahan investor dalam negeri tidak mau kalah," ujar Su'udi, Kamis (21/7).
Su'udi menilai, dominasi asing di pasar modal domestik memang tak bisa terhindarkan. Pasalnya prospek bisnis di Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya. Terlebih saat ini banyak ketidakpastiaan di pasar global.
Saat ini, harga saham Bank Jatim terus merangkak naik. Hingga akhir Juni, harga saham yang berbasis di Surabaya itu menembus Rp525 per lembar. Level tersebut, menurut Su'udi merupakan level tertinggi yang dicapai selama semester I 2016. (gir/gen)