Tom Lembong Ungkap Tugas Khusus yang Diberikan Jokowi

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Jumat, 29/07/2016 04:00 WIB
Presiden Jokowi menganggap investasi sebagai akar pendongkrak perekonomian Indonesia saat ini, yang harus bisa disedot oleh BKPM. Usai serah terima jabatan (sertijab), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru, Thomas Trikasih Lembong, bersalaman dengan karyawan BKPM, Kamis (28/7). (CNNIndonesia.com/Yuliyanna Fauzi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan kursi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kepada Thomas Trikasih Lembong, karena menilai mantan Menteri Perdagangan tersebut bisa meningkatkan investasi secara signifikan berbekal pengalaman yang dimilikinya.

Tom, sapaan akrabnya mengatakan atasannya tersebut menganggap investasi merupakan akar pendongkrak perekonomian Indonesia saat ini.

"Di sidang kabinet kemarin, presiden menekankan ingin menggenjot investasi yang menjadi kunci segala hal. Ia ingin semua kementerian membuka lebar pintu bagi investor. Jangan sampai kita masih membelit diri sendiri dengan prosedur yang sulit," ungkap Tom, Kamis (28/7).


Bekas Kepala BKPM Franky Sibarani yang sekarang didapuk menjadi Wakil Menteri Perindustrian menilai, Tom sangat paham akan arti penting kemudahan berinvestasi bagi penanam modal. Ia menuturkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) merupakan instansi yang paling koorporatif dalam menyerahkan semua wewenang perizinan kepada BKPM selama dipimpin Tom.

"Dari semua kementerian, Kemendag yang paling banyak memberikan kemudahan terhadap program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dari delapan perizinan dipangkas menjadi dua. Lalu, Kemendag me-reform program Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang selama ini berada di tingkat 2 kini ditarik ke BKPM," papar Franky pada kesempatan yang sama.

Untuk itu, Franky yakin bahwa Tom dapat membawa BKPM ke arah yang lebih baik. Ia juga menitipkan sejumlah program yang sudah dikerjakan dan tengah dikejar oleh BKPM di bawah pimpinan Tom.

"Misalnya fasilitas jalur hijau, kemudian desk khusus tekstil dan sepatu yang merupakan hasil kerja BKPM, Pak Tom, dan Pak Saleh Husin (Mantan Menteri Perindustrian). Ada juga klik, program di Desember mendatang untuk memudahkan investasi dari pusat, daerah, kabupaten yang didukung oleh Kepolisian dan Kejaksaan dimana saat ini ada 52 proyek, ini harus dikejar terus," jelas Franky.

Menanggapi dukungan dari koleganya, Tom pun mengatakan semakin optimis untuk memberikan kontribusi terhadap perbaikan ekonomi Indonesia. Ia bahkan mengungkapkan pandangannya terhadap tantangan perekonomian dengan sangat antusias.

"Saya lihat perekonomian Amerika Serikat kian menguat. Saya melihat Amerika akan menjadi lokomotif yang dapat menarik ekonomi dunia dengan menyedot ekspor Asia, seperti dari Jepang, Taiwan, China. Sementara tiga negara Asia ini akan menyedot ekspor dari Indonesia sehingga kita bisa tertarik lokomotif ini," kata Tom.

Tom juga memastikan dirinya akan berkoordinasi dengan kementerian lainnya untuk terus menggenjot deregulasi dan melakukan reformasi yang berdampak pada perbaikan ekonomi Indonesia.

"Dengan saya ke sini (BKPM) dan Pak Franky ke Kementerian Perindustrian, saya rasa kita akan melanjutkan dan mengaplikasikan hal-hal yang sudah kita rencanakan bersama. Jadi, kita sama-sama menjaga peranan BKPM karena BKPM ujung tombak reformasi ekonomi dan deregulasi," tutupnya.

Air Mata Franky

Resminya pergantian Kepala BKPM dari Franky ke Tom Lembong sempat membuat Franky tak kuasa menahan haru. Saat sertijab berlangsung, Franky bahkan meneteskan air matanya.

"Terima kasih atas kerja sama selama ini kepada BKPM. Hampir 20 bulan saya merasakan apa yang ditekan Pak Presiden di kabinet ini, kerja, kerja, kerja, dan rupanya sudah cukup banyak yang kita hasilkan," ujar Franky sembari menahan haru.

Franky juga meminta maaf dan berpamitan kepada seluruh jajaran BKPM yang dinilainya telah bekerja dengan baik selama di bawah kepemimpinannya. Tak lupa, Ia menitipkan BKPM kepada Tom yang dinilainya mampu memimpin BKPM lebih baik.

"Mohon maaf bila ada kekurangan. Saya pamit dan nantinya Bapak Ibu sekalian akan dipimpin oleh Pak Tom yang lebih energik, lebih brilian, dan tentunya lebih kritis untuk memberikan yang terbaik pada bangsa ini," tutup Franky. (gen)