"Kami melakukan pengawasan intensif untuk melihat dampak penyerapan tenaga kerja atau potensi lapangan pekerjaan, dan potensi ekspor serta subtitusi impor. Semakin banyak proyek investasi yang terealisasi tentu menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi dan menghemat anggaran lewat produksi barang subtitusi impor," ungkap Kepala BKPM Franky Sibarani, Selasa (26/7).
BKPM merinci, penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi di Provinsi Jawa Tengah, yakni sebanyak 12.163 orang, diikuti Provinsi Jawa Barat sebanyak 4.987 orang, dan Provinsi Riau 1.495 orang di Riau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pertumbuhan Investasi Memicu Kedatangan TKA |
Sementara, dari sisi potensi lapangan kerja tercatat potensi sebanyak 22.960 orang tercipta di Jawa Tengah, 7.725 orang di Jawa Barat, dan 238 orang di Papua. Sehingga, secara total terdapat 30 ribu potensi lapangan kerja.
Lihat juga:Tenaga Kerja Asing Mulai Masuk Ke Indonesia |
"Pertama, ketersediaan tenaga kerja terampil dan spesialis yang minim. Kedua, kurangnya pasokan listrik, dan ketiga, adanya benturan dari perizinan daerah," imbuh dia.
Ia melanjutkan, kendala ini kerap terjadi di dua pembagian wilayah proyek investasi, yakni wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan untuk wilayah Jawa Timur, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. Meski demikian, BKPM mengklaim, akan terus meminimalisir kendala ini guna mengejar capaian realisasi yang lebih memuaskan. (bir)