"Membutuhkan personel yang cukup paham menjelaskan dan memiliki kemampuan menjelaskan. Yang paling penting itu terus melayani dan membangun kepercayaan. Itu luar biasa, harus terus diulangi," kata Sri Mulyani, Kamis (28/7).
Guna merealisasikan itu, dia menuturkan, petugas pajak di lapangan harus jujur, tidak memiliki konflik kepentingan, dan profesional. Tindakan itu akan dilengkapi dengan penyempurnaan peraturan pelaksanaan dan seluruh perangkatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kedua hal itu menciptakan kepercayaan dan kenyamanan sehingga membangun sistem perpajakan yang lebih baik. Sebab, pemerintah dihadapkan dengan waktu pelaksanaan yang mendesak.
"Saya kan baru 24 jam menjadi Menteri Keuangan. Jadi kami lihat semuanya. Yang paling penting saya akan bangun kepastian di Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak supaya ekonomi bisa jalan kembali," kata dia.
"Kami perbaiki. Kalau tidak sesuai prosedur ada sanksinya," ucap Ken.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, dia menerima laporan belum maksimalnya pelayanan petugas tax amnesty di Kantor Pajak Pratama. Sehingga, siang ini Jokowi mengumpulkan ratusan eselon I hingga III Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta pejabat eselon terutama petugas di lapangan tidak menakuti WP yang ingin mendeklarasikan hartanya yang selama ini disembunyikan. Menurutnya, mereka harus menjemput bola dan sigap melihat momentum untuk memberikan pelayanan kepada WP yang sudah berinisiatif mengakui kesalahannya. (gen)