Kedua belah pihak sepakat meneken Nota Kesepahaman tentang Promosi Bersama dan Pelayanan Jasa Perbankan Terkait dengan Kegiatan Penanaman Modal oleh Thomas Trikasih Lembong, Kepala BKPM, dan Kartiko Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menilai kerja sama yang dilakukan merupakan salah satu langkah untuk membangun kerja sama dengan lembaga keuangan, baik nasional maupun internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya kerja sama ini antara lain adalah kemudahan jalur informasi mengenai investasi yang sedang berkembang di Indonesia, meningkatkan kemudahan bagi investor asing yang potensial untuk berinvestasi di Indonesia dan sebaliknya meningkatkan mutu atau kualitas pelayanan penanaman modal kepada investor.
“Pada saat menarik investasi ke Indonesia, maka mitra perbankan yang reliable, seperti Bank Mandiri, merupakan salah satu selling point yang dapat ditawarkan kepada calon investor. Selain itu, kerja sama ini sangat mendukung matchmaking process sebagai bagian dari kegiatan promosi investasi,” jelasnya.
“Dengan adanya corporate customer base Bank Mandiri yang terpercaya, akan lebih mudah untuk memfasilitasi para calon investor untuk bertemu dengan mitra potensialnya. Sehingga diharapkan hasil yang konkrit, seperti business deals, dapat dicapai dalam kegiatan promosi investasi tersebut”, paparnya.
Untuk diketahui, Nota Kesepahaman ini merupakan pembaharuan dari Nota Kesepahaman sebelumnya yang ditandatangani pada tanggal 1 Agustus 2012. Berdasarkan Nota Kesepahaman pembaharuan ini, BKPM dan Bank Mandiri berkomitmen untuk meningkatkan hubungan kerja sama yang telah terjalin selama ini.
Adapun kegiatan-kegiatan promosi bersama yang telah dilakukan oleh BKPM dan Bank Mandiri, antara lain adalah Gelar Potensi Investasi Daerah/Regional Investment Forum, program diskusi antara BKPM dan UKM mitra binaan Bank Mandiri, serta Forum Komunikasi Pemberdayaan Usaha Nasional. (gir/gen)