"BRI Syariah merencanakan menerbitkan sukuk berakad mudharabah Rp1 triliun dengan tenor tujuh tahun. Aksi ini untuk memperkuat struktur permodalan BRI Syariah," ujar Asmawi Syam, Direktur Utama BRI, Senin (15/8).
Menurut Asmawi, kick off meeting untuk melempar sukuk tersebut sudah digelar pada 12 Agustus 2016 lalu, dan disusul proses penjamin emisi (underwriter) saham menentukan harga dengan melihat minat beli dari institusi dan investor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan menerbitkan obligasi berkelanjutan II sebesar Rp 20 triliun. Tujuannya untuk pendanaan modal kredit," jelasnya.
Selain mencari pendanaan dari obligasi, BRI juga berniat menerbitkan Medium Term Notes (MTN) atau surat utang jangka menengah sebesar Rp5 triliun. Instrumen MTN juga diandalkan menjadi alat penampung dana repatriasi yang diharapkan masuk selama semester II ini.
"Tahun ini, kami merencanakan penerbitan MTN maksimal Rp5 triliun. Tujuannya untuk pengembangan kredit kami ke depan. Direncanakan Agustus bulan ini, tinggal menunggu persetujuan," imbuh dia. (bir/gen)