Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang mengatakan jajarannya bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah memilih empat bank persepsi yang bisa memiliki izin menampung dana repatriasi, untuk menjadi gateway.
“Nanti akan ada akun spesifik lewat empat bank yang sudah disetujui Bappebti,” ungkapnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Akun spesifik dibuat karena dana harus di NKRI selama tiga tahun. Bank yang jadi gateway utama, adalah Bank Mandiri, BNI, CIMB Niaga dan BCA,” jelasnya.
“Harapan saya tidak muluk-muluk, yaitu penambahan jumlah transaksi dan jumlah margin dari dana repatriasi,” ujarnya.
Paulus menyatakan, dengan adanya kebijakan tersebut dia optimistis target transaksi yang dicanangkan pada tahun ini bisa dicapai. Dia mengatakan pihaknya tengah menyiapkan beberapa strategi dan produk baru untuk menyemarakkan perdagangan.
“Saya optimistis dengan adanya amnesti pajak ini, target 1,5 juta lot transaksi bisa tercapai. Nanti juga ada satu produk lagi yang akan kami luncurkan,” ungkapnya.
“Target dana repatriasi yang bisa masuk, kami prediksi bisa sampai Rp4 triliun-Rp5 triliun,” jelasnya.
Terkait kesiapan untuk menampung dana repatriasi amnesti pajak, dia mengaku akan mempersiapkan aturan lanjutan. Salah satunya, lanjut Paulus, adalah dengan membuat peraturan bagi pialang perdagangan kontrak berjangka yang bisa mengelola dana hasil repatriasi.
“Kalau menetapkan pialang yang bisa ikut, kami akan diskusikan dengan Bappebti [Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi]. Mungkin nanti ada pertimbangan terkait modal dasar, jaringan kantor, kesiapan infrastruktur TI,” jelasnya. (gir/gen)