Menurut Faisal, Kementerian BUMN seharusnya tidak mengedepankan holding-isasi untuk menambah modal perusahaan induk.
“Sejauh ini terkesan upaya menambah modal akan dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas pendanaan atau agar bisa berutang lebih banyak,” kata Faisal dalam riset, dikutip Kamis (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Doronglah BUMN mencari dana sendiri. Terbukti Pelindo III dan Pelindo II bisa meraup pendanaan miliaran dolar Amerika Serikat. Arahkan juga agar bisa meraup dana dengan merangkul mitra strategis,” jelasnya.
Tingkatkan Eksplorasi
Oleh karena itu, Faisal menilai pembentukan holding migas bukanlah suatu hal yang penting saat ini.
Ia menganjurkan agar pemerintah mendorong Pertamina lebih fokus di hulu dengan menggalakkan ekplorasi dan eksploitasi serta menggalakkan pemilikan ladang minyak di luar negeri yang cadangannya besar. Langkah tersebut bertujuan untuk memasok kebutuhan kilang di dalam negeri yang direncanakan bakal bertambah.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang direncanakan melebur dengan PT Pertamina Gas sebagai anak usaha Pertamina bisa didorong untuk lebih kokoh di hilir sebagai perusahaan utilitas, memasok gas untuk rumah tangga, industri, dan bisnis. (gen)