Paul Setio Kartono, Direktur Keuangan FWD Life mengatakan, sekitar 50 persen dari premi tersebut berasal dari penjualan produk asuransi berbasis investasi (unitlink). Sisanya, berasal dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa berjangka, dan kecelakaan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, sejak menjejakkan kaki di Indonesia pada Januari 2014, perusahaan asuransi jiwa itu cuma mengandalkan jalur distribusi keagenan dan bancassurance (pemasaran produk melalui kerja sama dengan bank mitra).
“Tidak cuma itu, kami juga akan menambah produk anyar yang sesuai kebutuhan masyarakat, meningkatkan layanan 24 jam selama sepekan penuh untuk nasabah, dan terus melakukan ekspansi jaringan kantor,” tutur dia.
Adapun strategi lain untuk mendongkrak perolehan premi FWD Life, yakni dengan merangkul lebih banyak nasabah. Per Juli 2016, total nasabah FWD Life mencapai 135 ribu atau naik berlipat-lipat apabila dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang hanya 28.000 nasabah.
“Nasabah kami targetkan mencapai 300 ribu hingga akhir tahun nanti dan satu juta nasabah di tahun 2017 mendatang. Karenanya, kami terus menambah tenaga pemasar, untuk menopang target kami,” imbuh Rudi.
Per Juli 2016, total tenaga pemasar berlisensi FWD Life sebanyak 3.165 orang. FWD Life merangkul lima ribu orang untuk bergabung menjadi agen perusahaan. (ags)