Lebih jelasnya, Agung Podomoro menggarap proyek itu melalui anak usahanya PT Graha Tunas Selaras (GTS) yang menggandeng entitas Wijaya Karya, yaitu PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung).
Indra W. Antono, Wakil Direktur Agung Podomoro mengatakan, melalui kerja sama ini, WIKA Gedung akan membangun tiga gedung pertama dalam proyek PGV, yakni Tower Balsa, Tower Cordia, dan Tower Bahama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, pra penjualan (marketing sales) PGV telah mencapai 85 persen atau mencapai Rp750 miliar. Perusahaan mematok harga per unit untuk ukuran studio sebesar Rp198 juta, sedangkan untuk dua kamar senilai Rp331 juta.
"Target kami berdasarkan kerja sama dengan WIKA Gedung, tiga tower tersebut akan selesai akhir tahun 2018," imbuhnya.
Menurut Indra, WIKA Gedung memiliki rencana untuk membeli satu gedung dari proyek PGV ini. Namun hal tersebut masih sebatas ketertarikan saja, karena mengingat kebutuhan karyawan WIKA Gedung terhadap hunian.
"Tadi kami ada perbincangan WIKA Gedung ada minat untuk membeli juga selain membangun. Tapi ini masih akan kami tindaklanjuti, belum ada keputusan," jelasnya.
Sebelumnya, Agung Podomoro juga telah membangun beberapa hunian untuk MBR misalnya, apartemen di Kalibata City, Kelapa Gading, dan Pluit. Total unit dari ketiga hunian tersebut berjumlah 28 ribu unit. Sehingga, dengan PGV ini total unit hunian yang disediakan oleh Agung Podomoro bertambah menjadi 65 ribu. (gir)