Menanggapi proyeksi tersebut, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ahmad Baiquni mengatakan bisa saja pertumbuhan kredit menembus dua digit tahun depan.
Baiquni mengatakan sentimen yang mampu menggerakan permintaan kredit nasabah baik korporat maupun individu secara bertahap mulai membaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai jalnnya proyek infrastruktur akan mampu mengerek pertumbuhan permintaan kredit produktif dibandingkan kredit untuk konsumsi. Kredit konsumsi justru diprediksi tidak akan banyak berubah dari tahun ini.
"Kredit konsumsi masih tumbuh namun pertumbuhannya masih saat ini masih di bawah yang kredit produktif," ujarnya.
Sementara itu Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono optimistis mampu mencetak pertumbuhan kredit lebih dari 21 persen di tahun depan. Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terserap tinggi tahun ini memicu permintaan pertumbuhan kredit modal dan investasi bagi para pengembang proyek perumahan.
"Buat tahun depan kita akan bisa lebih tinggi dari tahun ini. Tahun ini aja BTN bisa naik 18 persen akhir tahun. Tahun depan bisa 20 malah 21 persen," jelasnya. (gen)