Sebelumnya, subsidi tertutup elpiji 3 kg diberikan dengan skema penyaluran kartu e-money untuk membeli kuota elpiji tertentu oleh kelompok yang menjadi sasaran. Nah, rencananya, setiap rumah tangga masyarakat miskin bakal mendapat jatah tiga tabung elpiji 3kg setiap bulan, sedangkan pelaku industri mikro mendapat jatah sembilan tabung elpiji 3 kg.
"Kami harap, setelah subsidi elpiji tertutup, kebocoran penggunaan elpiji 3 kg bisa dikurangi 10-15 persen," tutur Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja, usai menghadiri rapat panitia kerja asumsi makro RAPBN 2017 dengan Badan Anggaran DPR diGedung DPR, Senin (9/19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu membuka peluang penyalahgunaan dan kebocoran. Misalnya, elpiji 3kg digunakan oleh golongan masyarakat mampu maupun industri nonmikro, seperti restoran atau hotel. Tidak cuma itu, kebocoran juga bisa terjadi ketika pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mengoplos elpiji.
Wiratmaja menjelaskan, tahun depan, skema subsidi tertutup elpiji akan dilakukan secara bertahap. Setiap bulan, pemerintah akan menambah daftar kota yang masyarakatnya akan menerima subsidi tertutup elpiji.
Saat ini, pemerintah tengah melakukan uji coba (pilot project) di Tarakan, Kalimantan Utara, untuk jangka waktu tiga bulan. Selanjutnya, pemerintah juga berencana melakukan uji coba di Pulau Bangka, Bangka Belitung.
"Setiap bulan akan tambah terus kotanya. Kami akan lihat apakah bisa di seluruh Indonesia (tahun depan) atau butuh setahun atau dua tahun. Jadi, bergantung pilot project di Tarakan ini," pungkasnya. (bir/gen)