"Kami tidak menjual produk, namun kekuatan yang kami tawarkan adalah solusi dan konektivitas untuk investasi melalui jaringan global," ujar Riko Tasmaya, Head of Global Subsidiaries Group Citi Indonesia usai penandatangan kesepakatan dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (21/9).
Sesuai target BKPM, Citi akan memprioritaskan mendatangkan investor melalui 10 kantor cabangnya yang menjadi sasaran utama pemerintah Indonesia. Sepuluh negara tersebut, yakni Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Malaysia, Australia, Timur Tengah, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan China.
"Kami sudah punya kantor cabang di sana. Jadi, kami ingin fokus dan kami akan channeling dengan kantor BKPM setempat," imbuh dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai target penarikan investasi dari hasil kerja sama dengan BKPM, Riko mengaku, tidak memiliki target. Di sisi lain, dari segi bisnis, Riko mengharapkan, Citi dapat lebih banyak menggaet nasabah korporasi.
"Kami melihat kerja sama ini akan memperkuat hubungan regulator, pemerintah, dan investor sehingga aliran investasi akan terus bertumbuh," pungkasnya.
Sebagai informasi, realisasi investasi selama Semester I 2016 meningkat 14,8 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp298,1 triliun. (bir/gen)