Di samping itu, Chief Executive Officer Newmont Gary Goldberg mengatakan, proses akuisisi terbilang sangat rumit lantaran perusahaan masih membutuhkan persetujuan dari berbagai pihak. Sayangnya, ia enggan membeberkan beberapa persetujuan tersebut.
"Ini sangat rumit, karena kami harus melalui berbagai persetujuan agar ini bisa berhasil. Memang ada hal yang tidak bisa kami kendalikan, tapi ada kesempatan transaksi ini bisa sukses," ujar Gary, seperti dikutip dari REUTERS, Selasa (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, Newmont setuju untuk menjual 48,5 persen kepemilikannya di Indonesia dengan valuasi sebesar US$1,3 miliar. Sebelumnya, Newmont berharap financial closing bisa terjadi pada kuartal III tahun ini.
Sebelumnya, Newmont telah menyatakan minat akuisisi senilai US$1 miliar itu setahun silam.
"Kami hormati keputusan Barrick Gold yang mau mengikuti proses akuisisi. Kami juga akan ikut proses itu, dan kami harap ini bisa berhasil," pungkasnya.