Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengungkapkan, realisasi tersebut meningkat sekitar 19 persen dari periode yang sama tahun lalu.
"Pembiayaan proyek bersifat tahun jamak sehingga pencairannya mengikuti perkembangan masing-masing proyek. Jadi, tingkat pencairan yang telah disetujui berbeda-beda," ungkap Rohan di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyaluran terbesar diserap oleh sektor transportasi yang mencapai Rp36,4 triliun. Proyek yang dibiayai, seperti proyek pengembangan bandara, pelabuhan laut, dan kereta api," jelas Rohan.
Untuk proyek pembangkit tenaga listrik, pencairan pinjaman sebesar Rp15,6 triliun dari total kredit sebesar Rp28,7 triliun. Kemudian proyek pembangunan jalan tol telah cair Rp7,6 triliun dari total kredit sebesar Rp15,3 triliun.
"Sampai akhir 2016, kami proyeksikan rencana penarikan sekitar Rp17 triliun terutama dari proyek-proyek pembangkit listrik serta migas,” imbuh Rohan.
Ia menambahkan, kelancaran penyaluran kredit didukung oleh penguatan fungsi intermediasi perbankan melalui strategi diversifikasi limit pinjaman, evaluasi industri dan kinerja calon debitur, koordinasi antar Unit Bisnis, serta evaluasi portofolio kredit.
"Di samping itu, pada kredit yang existing, perseroan menerapkan strategi early warning signal dan prinsip antisipatif serta monitoring administrasi kredit," tambahnya.
Manajemen Bank Mandiri memastikan, akan terus menggenjot penyaluran kredit sektor infrastruktur yang tengah digalakkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi.
"Infrastruktur merupakan salah satu komponen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya.