Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas memastikan, amnesti pajak dapat meningkatkan likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit dapat meningkat.
"Adanya amnesti pajak memungkinkan kita melewati target penyaluran kredit yang dipatok 11 persen pada tahun ini," ujar Rohan di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggap rata-rata sudah sekitar 10 persen. Sementara itu target rata-rata kita 11 persen. Jadi, amnesti pajak ini bisa jadi bonus untuk kita," jelas Rohan.
Rohan merinci, jumlah tersebut terbagi atas 29.015 transaksi tebusan dengan nilai Rp5,948 triliun dan 145 transaksi repatriasi dengan nilai Rp653,638 miliar.
Adapun untuk memaksimalkan penjaringan amnesti pajak, Bank Mandiri menyiapkan klinik-klinik pajak yang dapat memiliki informasi yang komprehensif tentang amnesti pajak, termasuk produk investasi.
“Kami beri konsultasi keuangan mengenai produk investasi. Kami juga melakukan komunikasi intensif dengan Direktorat Jenderal Pajak,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Mandiri mencatat, pertumbuhan penyaluran kredit sekitar 40,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan pertumbuhan penyaluran kredit tertinggi dari sektor infrastruktur, namun persentase pertumbuhan penyaluran kredit terbesar dari sektor mikro. (gen)