Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan kemungkinan tersebut terbuka lebar jika program pengampunan pajak yang dilakukan pemerintah berhasil.
"Kalau tax amnesty ini sukses dan benar likuiditas bank melimpah serta tidak ada lagi potensi perang suku bunga untuk mengambil likuiditas, kemungkinan untuk melepas capping itu tetap terbuka," kata Nelson, Kamis (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun faktanya, saat ini dana-dana tax amnesty belum diterima secara merata oleh perbankan.
"Sekarang ini justru walaupun sudah kelihatan besar tax amnesty belum merata di bank-bank. Coba lihat datanya itu kan paling banyak di BCA, BRI, Mandiri dan BNI," katanya.
Nelson memprediksi dana tax amnesty juga mampu mendongkrak volume kredit yang disalurkan oleh perbankan. Tahun ini OJK memproyeksi pertumbuhan kredit bisa mencapai 10-12 persen. Proyeksi ini lebih tinggi jika dibandingkan proyeksi Bank Indonesia yang mencapai 7-9 persen.
"Kalaupun double digit mungkin di level 10 persen. Tapi tahun depan akan lebih bagus 12-14 persen," jelas Nelson. (gir)