Direktur Komersial dan IT KAI Kuncoro Wibowo mengatakan, secara keseluruhan, perseroan mengincar pendapatan sebear Rp10 triliun. Di antaranya Rp5,1 triliun berasal dari layanan jasa angkut barang, dan sisanya Rp4,9 triliun dari angkutan penumpang.
"Target tahun ini dari angkut barang Rp5,1 triliun. Namun, saat ini, masih kurang 30 persen," ujarnya, Senin (26/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:INKA Raup Kontrak Rp1,5 Triliun |
"Mayoritas jasa angkut barang dari batu bara. Batu bara turun, kami terkena imbasnya. Nanti kalau semen turun, tentu kami kembali turun lagi," kata Kuncoro.
Sementara, untuk pendapatan KAI yang berasal dari angkutan penumpang, ia memastikan, dapat meraup sekitar 90,1 persen dari target pendapatan. Diharapkan, pendapatan dari angkutan penumpang dapat menutupi potensi kekurangan pendapatan jasa angkut barang.
Adapun, untuk target pendapatan angkutan barang tahun depan, KAI mematok peningkatan target sekitar 6 persen atau sebesar Rp6,1 triliun.
Lirik Peluang Angkut Jenazah
Untuk menggemukkan kantong operator kereta milik negara tersebut, Kuncoro menawarkan layanan jasa angkut jenazah. Selama ini, ia menilai, jasa angkut jenazah belum maksimal disediakan oleh moda transportasi lainnya, seperti mobil ambulans dan pesawat terbang.
"Kalau pesawat mahal, kalau mobil butuh waktu satu hari lebih. Kami ada kereta jenazah. KAI bisa memanfaatkan lokomotif yang sama dengan kereta angkutan barang, namun berbeda gerbong," pungkasnya. (bir)