APBN 2016 disusun berdasarkan nilai yang tinggi, namun kenyataannya minusSri Mulyani Indrawati |
Banyak kisah yang disampaikan Sri Mulyani dalam helatan politik tersebut, mulai dari perlambataan ekonomi dunia dan China, hingga kondisi anggaran negara yang memprihatinkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia, kata Sri Mulyani, turut terkena imbas negatifnya. Pasalnya, perekonomian Indonesia sampai saat ini masih sangat bergantung pada komoditas pertambangan dan perkebunan. "Karena itu sektor pertambangan dan pertanian mengalami penurunan drastis," tuturnya.
Target Tinggi Minus Realisasi
Menurutnya, target-target ekonomi yang disusun pada tahun ini terlampau tinggi. Sebab, realita ekonomi yang dihadapi saat ini tidak mendukung untuk mencapai target-target tersebut.
"(Postur APBN) 2016 disusun berdasarkan nilai yang tinggi, namun kenyataannya minus," katanya.
"Jadi waktu menerima pekerjaan sebagai Menkeu, minggu pertama saya lakukan adalah mengevaluasi resiko APBN apa yang paling besar," jelasnya.
Mengurangi alokasi anggaran untuk belanja-belanja non prioritas merupakan pilihan yang paling realistis menurut Sri Mulyani. Intinya, belanja-belanja yang penting dan berdampak luas tetap dijaga porsi anggarannya, seperti untuk mendanai pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan.
"Belanja ke daerah juga ada yang ditunda. Kami coba identifikasi daerah yang masih memiliki kemampuan keuangan mencukupi dan kita pinjam dulu, DAU-nya kita tunda," jelasnya.
"Kalau memungkinkan sebagian saya ingin bayar kembali pada Desember. Untuk seluruh yang kita tunda Insya Allah bisa dibayarkan pada Januari 2017," janjinya. (ags)