Sebanyak 36 hotel berbintang dua hingga lima, yang selama ini dikelola oleh sejumlah BUMN dan anak usahanya, bersinergi mengelola jaringan bisnis hotel bersama sejalan dengan pencanangan pariwisata sebagai salah satu bisnis inti di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HIG, kata Rini, awalnya baru menyinergikan 26 hotel yang dikelola oleh tiga perusahaan nasional. Sebanyak 12 hotel dikelola oleh PT Hotel Indonesia Natour (HIN), tujuh hotel milik PT Patrajasa yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero), dan tujuh hotel lainnya milik PT Aero Wisata sebagai anak usaha dari PT Garuda Indonesia Tbk.
Dia menuturkan, total ada 14 BUMN yang turut membantu operasionalisasi 36 hotel oleh HIG ke depannya. Selain yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa BUMN yang juga turut berkontribusi antara lain Perum Bulog, PTPN III, PT Perikanan Indonesia, dan PT Perusahaan Gas Negara.
"Jadi ini dibantu untuk membuat supply chain-nya. Kerja sama 14 BUMN," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, pembentukan hotel BUMN ini akan membantu kinerja dari hotel itu sendiri. Dengan demikian, perusahaan tak perlu bersikap egois karena khawatir pendapatannya berkurang.
"Mereka pilih mati atau tetap hidup. Kalau tidak bergabung pasti mati, ini susah loh ke depannya market-nya," ungkap Arief.
Dengan sinergi yang dilakukan, Arief meyakini portofolio aset perusahaan menjadi lebih besar setelah digabungkan. (ags/gen)