Direktur Utama PPRO Taufik Hidayat mengatakan, perseroan akan menambah land bank seluas 20 ha-30 ha dalam tiga bulan terakhir di tahun ini. "Tahun depan, kami usahakan sekitar itu. Kami usahakan di lokasi yang bagus," ujarnya, Senin (3/10).
Saat saat ini, total land bank perusahaan tercatat seluas 65 ha. Dengan demikian, jika tak ada aral melintang, maka total land bank perusahaan pengembang properti tersebut bakal menyentuh hampir 100 ha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian, sampai akhir tahun ini, kami akan tambah jadi satu setengah kalinya," tutur Taufik.
Adapun, sebagian besar total land bank PPRO berada di Bekasi, yakni seluas 28 ha. Sementara, lokasi land bank lainnya tersebar di Serpong, Surabaya, dan Semarang.
Selain menambah land bank, perusahaan juga akan menerbitkan saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada kuartal I 2017. Aksi korporasi tersebut akan dilancarkan tepat setelah sang induk, PT PP (Persero), menyuntik permodalan.
Lihat juga:BUMN Karya Investasi di KEK Mandalika |
"Tahun depan, kami akan rights issue karena kami akan mendapatkan suntikan dari induk kami, dan itu akan menjadi sumber dana kami untuk pengembangan PPRO tahun depan," jelasnya.
Ia memprediksi, PPRO akan mendapatkan suntikan modal sebesar Rp1 triliun dari induk. Kemudian, dari rights issue perusahaan menargetkan dapat meraup kurang lebih Rp500 miliar. Dengan demikian, total dana segar yang diraih perusahaan tahun depan mencapai Rp1,5 triliun. (bir/gen)