Tim Riset Samuel Sekuritas menjelaskan, indeks saham AS semalam ditutup menguat, didorong oleh kenaikan saham berbasis finansial dan energi, sedangkan pasar Eropa melemah di tengah penguatan harga minyak dunia.
"Fokus pasar di kedua wilayah tersebut masih seputar kenaikan suku bunga acuan The Fed yang semakin dipercaya akan dinaikan akhir tahun ini," tulis tim riset.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari pasar Asia Pasifik beberapa indeks acuan pagi ini ditransaksikan naik. Kami memperkirakan IHSG akan mengalami penguatan terbatas hari ini," jelas tim riset Samuel Sekuritas.
Di sisi lain, Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menyatakan, bursa Eropa dibuka pada zona negatif pada perdagangan kemarin seiring data kinerja sektor jasa di sebagian negara Eropa masih melambat di bawah ekspektasi yang diikuti data penjualan ritel zona eropa yang lebih rendah dari periode sebelumnya.
Sementara, pada perdagangan kemarin bursa Asia bergerak bervariasi dimana penguatan dipimpin oleh indeks harga saham di Jepang yang naik diatas rata-rata dalam 200 hari terakhir untuk pertama kalinya di tahun ini.
Lanjar pun memprediksi IHSG masih akan terus tertekan dengan level support 5.365 dan 5.475. Ia menilai, direstuinya rencana empat BUMN dalam menerbitkan rights issue dan penurunan harga gas direfleksikan negatif dalam jangka pendek oleh investor. (gir)