Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan, melemahnya penyaluran kredit bank milik Grup Djarum ini tak lepas dari imbas perlambatan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ia mengatakan perseroan akan mengoptimalkan lini bisnis dan segmen kredit yang berpotensi tumbuh. Hingga akhir tahun BCA masih mematok target pertumbuhan kredit hingga 8 persen.
Sebelumnya, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung telah meramalkan pelemahan permintaan kredit hingga akhir tahun ini. Indikatornya adalah pertumbuhan kredit bank umum yang hanya sekitar 6 persen hingga September, meneruskan perlambatan yang terjadi pada bulan sebelumnya (6,7 persen).
"Kayanya masih dalam angka sekitar 6 persen. Belum ada peningkatan signifikan, ya mudah-mudahan kan ada faktor yang positif terutama tax amnesty," ujar Juda.
Secara keseluruhan, bank sentral memprediksi pertumbuhan kredit bank umum pada tahun ini akan dipengaruhi oleh dua sentimen, yakni kebijakan pengampunan pajak dan pelonggaran kebijakan moneter melalui rasio Loan to Value (LTV).
Juda memperkirakan pelonggaran LTV secara bertahap akan mulai dirasakan dalam kurun waktu dua bulan setelah peraturan secara sah diterbitkan.
"Suku bunga kan juga terus turun, ini mudah-mudahan mendorong kembali pertumbuhan kredit di 7-9 persen tahun ini," jelas Juda. (ags/gen)